Posted by: jalian on: 15 November 2009
Bencana gempa yang terjadi secara terus-menerus di Indonesia seharusnya cukup untuk menyadarkan masyarakat, betapa rentannya wilayah kita terhadap bencana.
Kita harus lebih waspada. Tak ada salahnya kita belajar dari Jepang, negara yang terlalu sering diguncang gempa, memiliki lebih dari 100 gunung api, dan dihajar topan tiap tahunnya. Hidup dalam ancaman kematian adalah kodrat masyarakat Jepang.
Namun, mereka tak menyerah. Pengalaman menghadapi bencana dahsyat dan kesadaran adanya ancaman gempa membuat pemerintah dan masyarakat negara matahari terbit itu melakukan persiapan menghadapi bencana yang lebih baik dari negara lain.
“Jaman dulu, kondisi Jepang seperti Asia Tenggara ketika diterjang bencana,” kata Guru Besar Universitas Gunma, sekaligus kepala laboratorium penelitian bencana, Profesor Toshitaka Katada, seperti dimuat laman Manila Bulletin.
“Ribuan orang tewas setiap tahun. Itu terus terjadi sampai sekitar 50 tahun lalu,” tambah dia.
Pemerintah Jepang lalu bertindak. Sejak bencana angin topan 1959 yang menewaskan 5.000 orang, angka kematian turun menjadi ratusan dan bahkan belasan. Perkecualian, bencana gempa di Kobe tahun 1995 yang menewaskan 6.400 orang.
Pasca bencana Kobe, kewaspadaan dan kesiagaan makin ditingkatkan. “Pemerintah selalu berusaha melindungi warga dari bencana, sebagai wujud pertanggungjawaban negara,” kata dia.
Bentuk pertanggungjawaban juga diwujudkan dengan membangun tanggul di sungai-sungai, dan membangun tembok pelindung banjir dan longsor, bahkan tsunami.
Tak hanya itu, pelatihan bencana dilakukan secara serius. “Sekitar 795.000 orang, termasuk perdana menteri, ikut dalam simulasi bencana tiap tanggal 1 September, di hari yang sama pada tahun 1923 terjadi gempa dahsyat Kanto yang menewaskan 140.000 orang di Tokyo,” tambah Katada.
Jepang punya sistem peringatan dini paling baik di dunia. Selain itu, pemerintahan yang baik dan penegakan hukum juga jadi faktor krusial yang menyelamatkan jiwa masyarakat Jepang. Maksudnya?
“Kemungkinan kecil gedung sekolah atau rumah sakit rubuh saat gempa. Sebab, fasilitas publik dibangun tanpa ulah nakal dan korupsi para penyelenggara negaranya.”
Berikut cara orang Jepang menyelamatkan diri dari gempa, yang tentu saja patut kita tiru:
1. Masyarakat Jepang rajin melakukan pelatihan bencana. Di dekat pintu, mereka mempersiapkan ransel yang berisi air botolan, makanan kering atau makanan kalengan, obat-obatan P3K, uang tunai, pakaian kering, radio, senter, dan beberapa baterai pengganti.
2. Masyarakat bisa menambahkan suplemen, kacamata, obat-obatan khusus, atau makanan bayi dalam tas khusus mereka. Alat-alat penyelamatan gempa bahkan dijual di supermarket.
3. Pelatihan menghadapi bencana dilakukan secara rutin, bahkan dijadikan mata pelajaran khusus di sekolah-sekolah dasar.
4. Kekayaan Jepang sebagian diinvestsasikan untuk membangun gedung dan infrastruktur tahan gempa. Mahal memang, tapi menurut ahli, kebijakan ini terbukti telah menyelamatkan ribuan jiwa.
5. Pemerintah daerah atau pemerintah lokal dilatih secara khusus untuk mengumumkan terjadinya bencana dan melakukan evakuasi secara cepat. Mereka juga dilatih untuk mendistribusikan makanan dan selimut di tempat-tempat penampungan.
6. Masyarakat Jepang tahu mereka harus melindungi kepala dengan meja yang kuat, agar tidak kejatuhan benda-benda keras. Lalu, di bawah lindungan meja, itu, dengan cepat mereka mematikan aliran gas, dan memastikan pintu tetap terbuka untuk mengurangi resiko terjebak di antara reruntuhan.
7. Penduduk Jepang dianjurkan menyimpan sepatu di bawah tempat tidur dan sepeda di halaman. Sepatu untuk mengamankan kaki dari pecahan kaca. Sedangkan sepeda adalah alat transportasi yang paling tepat saat gempa.
8. Masyarakat Jepang mengaktifkan peringatan gempa di telepon genggamnya. Anak-anak di sekolah memiliki pelindung kepala tahan api di mejanya masing-masing. Tak hanya itu, simulator gempa canggih juga digunakan untuk membiasakan anak-anak dengan getaran gempa.
9. Pemerintah Jepang memastikan pusat energi nuklir dan kereta listrik akan mati secara otomatis ketika bumi bergetar dalam batas tertentu.
Posted by: jalian on: 12 September 2009
Pernahkah Anda mengalami masalah ketika akan membuat telur rebus, air sulit dicari dan kompor pun tiada ? Ada cara baru yang effisien dengan memaksimalkan manfaat HandPhone Anda. Tahu caranya ? Berikut tipsnya : Dibutuhkan : 1 butir telur dan 2 ponsel 65 menit percakapan dari 1 ponsel ke yang lainnya, letakkan telur di tengah-tengah di antara kedua handphone yang berhadapan, Kita mulai panggilan antara kedua ponsel selama kurang lebih 65 menit; 15 menit pertama tidak terjadi apa-apa… Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit ; telur sudah panas; dan setelah 65 menit telur matang… Kesimpulan: Jika radiasi gelombang mikro yang dipancarkan oleh ponsel mampu memodifikasi protein dalam telur itu. Bayangkan apa yang terjadi dengan protein dalam otak kita ketika kita bicara melalui ponsel.
Posted by: jalian on: 7 September 2009
maaf ma kalau aku ga bisa pulang tahun ini
maaf ma kalau tahun ini aku ga pulang pas lebaran
maaf ma kalau aku udah lama ga berkunjung ke pusaramu
maaf ma kalau aku cuma bisa kirim doa-doa aja dari jauh
maaf maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………
Posted by: jalian on: 9 Juli 2009

1. Tubuh Kita Lumpuh pada Saat Tidur
Percaya atau tidak, tubuh kita mengalami kelumpuhan virtual selama tidur, kemungkinan besar bertujuan untuk melindungi tubuh kita bertindak seperti yang terjadi dalam mimpi kita.
2. Stimulan Eksternal Mempengaruhi Mimpi Kita
Hal ini sering disebut Dream Incorporation, yang sering dialami adalah suara sesuatu yang kita dengar pada saat sedang bermimpi juga akan terdengar dalam mimpi kita. Contoh lainnya adalah ketika bermimpi dalam keadaan haus, maka ada kemungkinan dalam mimpi anda, anda akan memimpikan meminum sesuatu atau memimpikan mengalami kehausan.
3. Orang yang Berhenti dari Suatu Kecanduan Memimpikan Benda Tersebut
Menurut penelitian dari Journal of Abnormal Psychology 293 orang perokok yang berhenti merokok selama 1-4 minggu, 33% diantaranya memimpikan rokok atau bermimpi tentang rokok dalam mimpinya.
4. Manusia Mempunyai Kecenderungan Mimpi dengan Tema yang Sama
Beberapa tema umum yang sering dimimpikan oleh setiap orang adalah situasi yang berhubungan dengan sekolah, dikejar oleh seseorang atau sesuatu, berlari perlahan atau berlari di tempat, pengalaman seksual (mimpi basah =p), terjatuh, terlambat menghadiri sesuatu, memimpikan seseorang yang masih hidup meninggal, gigi yang tanggal, terbang, gagal dalam ujian, dan kecelakaan mobil.
5. Tidak Semua Orang Mempunyai Mimpi yang Berwarna
Menurut penelitian, 12% orang dengan penglihatan normal hanya bermimpi dalam warna monokromatik (hitam-putih). Sedangkan sisanya mempunyai mimpi yang berwarna. Apakah anda termasuk dalam 12% pemimpi monokromatik??
6. Kita Memimpikan Orang-Orang yang Pernah Kita Lihat
Mimpi kita seringkali dipenuhi wajah orang-orang asing yang tidak kita kenali. Namun tahukah anda bahwa wajah orang yang ada dalam mimpi anda merupakan wajah orang-orang yang pernah anda lihat sebelumnya ? Pembunuh berantai dalam mimpi anda, mungkin adalah supir taksi yang mengantar anda bulan lalu ke bandara. Kita menjumpai ratusan atau mungkin ribuan wajah dalam hidup kita sehingga otak dapat menciptakan beragam karakter berdasarkan wajah yang kita ingat tersebut.
7. Bermimpi Mencegah Psychosis
Apa itu Psychosis ?? Lebih lengkap baca di wikipedia ya…!! =p Intinya psychosis itu adalah gangguan kejiwaan seperti halusinasi, delusi, pemikiran yang tidak fokus atau secara general psychosis adalah kegilaan…!! XD~
Menurut penelitian, orang-orang yang terbangun pada saat awal mimpinya, kemudian dilanjutkan dengan tidur normal selama 8 jam mengalami kesulitan konsentrasi, halusinasi, dan pertanda psychosis lainnya setelah 3 hari. Oleh karena itu, ada baiknya kalo mimpi diselesaikan sampe tamat…. (emang bisa diatur ya ?? XD~)
8. Semua Manusia Bermimpi
Setiap manusia (kecuali yang mengalami gangguan psikologis yang ekstrim) mengalami mimpi. Namun demikian, pria dan wanita mempunyai mimpi dan reaksi psikologis yang berbeda. Pria cenderung bermimpi tentang pria lainnya, sedangkan wanita mempunyai mimpi dengan kecenderungan yang sama untuk pria dan wanita. Sebagai tambahan, jika pria dan wanita mengalami mimpi yang erotis/seksual keduanya akan memberikan reaksi psikologis pula. Pada pria akan mengalami ereksi, sedangkan pada wanita akan terjadi peningkatan aliran darah ke Mrs.V.
9. Kita melupakan 90% mimpi kita
Dalam 5 menit setelah kita terbangun dari mimpi, setengah dari mimpi yang kita alami akan terlupakan. Sedangkan dalam 10 menit, 90% mimpi tersebut telah terlupakan. Namun demikian, Robert Louis Stevenson, pengarang cerita Doctor Jekyll and Mr. Hyde mendapatkan inspirasi cerita tersebut ketika ia sedang bermimpi. Keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut dapat dilihat di wikipedia
10. Orang Buta juga Bisa Bermimpi
Orang buta ternyata juga bisa bermimpi. Orang yang mengalami kebutaan setelah lahir (sebelumnya bisa melihat, namun kemudian mengalami kebutaan) dalam mimpinya dapat melihat citra/gambar. Sedangkan orang yang mengalami kebutaan sejak lahir, tidak dapat melihat citra/gambar dalam mimpinya, namun mempunyai mimpi yang melibatkan indra-indra lainnya seperti pendengaran, penciuman, sentuhan, emosi dan lain-lain.
Posted by: jalian on: 30 April 2009
Setelah menerima SK CPNSD di kantor BKD Pulang Pisau tanggal 23 April yang lalu, ada beberapa kewajiban untuk melengkapi berkas terkait dengan unit kerja yang akan saya tempati nanti. Dalam SK tersebut saya memperoleh tempat kerja di SMAN 1 KAHAYAN KUALA bertempat di desa Bahaur, sebuah tempat di muara sungai Kahayan yang sudah dekat dengan laut Jawa.
Ada cerita yng menarik yang menjadi inspirasi buat saya dalam perjalanan kali kedua ke desa itu, setelah sebelumnya saya memilih jalur darat dengan perjalanan kurang lebih 4 jam karena kondisi jalan yang memprihatinkan ketika hujan. Saya kemudian pada kesempatan kedua ini memilih jalur sungai yaitu berangkat mulai dari pelabuhan di Kuala Kapuas dengan menggunakan taksi air, perjalanan melalui jalur sungai ini menempuh waktu 3 jam dengan ongkos Rp. 25.000. Pada saat saya masih menunggu keberangkatan taksi air saya bertemu dengan seorang kakek yang bernama Mustafa yang juga berdomisili di desa Bahaur, setelah cukup lama berbincang sang kakek bercerita tentang uangnya yang hanya tersisa untuk membayar ongkos perjalanan sedangkan dia belum makan dan berniat berhutang pada saya dengan janji akan di bayar setelah tiba di Bahaur. Tanpa pikir panjang karena saya iba terhadap kakek itu saya langsung menyodorkan selembar uang sepuluh ribuan dan berkata “terima saja kek sedekah dari saya, tidak perlu di kembalikan”. Kakek tersebut tersenyum dan menghadiahi saya bertubi-tubi doa yang baik-baik, saya hanya bisa berkata “amiiin”, kemudian sang kakek berlalu makan di sebuah warung kecil. Saya kemudian melangkahkan kaki menuju ke dalam taksi air untuk mencari posisi enak untuk duduk selama di perjalanan.
Di dalam perjalanan hati saya sempat gundah karena jam di tangan saya sudah menunjukan jam 1 siang, tentunya kesempatan untuk bertemu dengan kepala sekolah cukup kecil. Sesampainya di sana saya langsung menuju ke sebuah rental untuk memprint beberapa buah surat dan menkopinya menjadi beberapa buah lagi, dengan harapan bu kepsek mau menandatangani surat-surat tersebut. Melalui informasi dari teman-teman yang sudah duluan sampai bu kepsek masih mau menunggu di sebuah warung dekat sekolah karena besok beliau tidak ada di tempat, dengan naik ojek saya kejar kesempatan itu agar tidak hilang dan alhamdulillah akhirnya beres.
Setelah semua urusan beres saya kembali ke pasar dan berusaha mencari penginapan yang bertarif murah dan menyiapkan uang untuk kembali besok dengan jumlah yang sama, tapi tiba-tiba ada beberapa teman dari rombongan lain yang mengajak pulang ke Pulang Pisau dengan gratis menumpang kendaraan meraka, akhirnya demi menghemat Rp.50.000 saya ikut mereka sampai ke Pulang Pisau. Sesampai di kota saya tidak langsung diantar ke rumah bibi saya tetapi di traktir makan oleh teman-teman di sebuah rumah makan, subhanallah…………….. setelah saya sampai di rumah bibi, saya baru sadar uang yang saya sedekahkan 10.000 langsung di balas oleh Allah dengan balasan yang lebih yaitu semua urusan beres , ke Pulang Pisau gratis, dan di traktir makan oleh teman-teman, sungguh sebuah inspirasi dalam hidup saya.
Posted by: jalian on: 28 Maret 2009

Selama ini kita mengenal bahwa penduduk asli pulau Kalimantan adalah suku Dayak. Namun kebanyakan dari kita kurang mengetahui sejak kapan istilah Dayak mulai dipopulerkan oleh para penulis dari Barat.Mengenai istilah Dayak para penulis Barat masih menganggap istilah tersebut sebagau sebuah hipotesis, sehingga sebenarnya masih kabur. Penduduk asli pulau Kalimantan sendiri tidak menggunakan istilah tersebut.
Adapun beberapa hipotesa tentang istilah Dayak yang dikemukakan oleh penulis Barat adalah sebagai berikut :
a. Tahun 1757 J. A van Hohendorff pertama kali menggunakan istilah “orang-orang Dayak” untuk “orang-orang pegunungan liar” di dalam bukunya yang berjudul “Radicale Beschrijving van Banjermassing”
b. J. A Crawfurd menyatakan bahwa “Dyak” digunakan oleh orang-orang Melayu untuk menunjukan “ras liar” yang tinggal di Sumatra, Sulawesi dan terutama di Kalimantan. Hal ini ditulis di dalam bukunya yang berjudul “A Descriptive Dictionary of The Indian Islands and Adjacent Cauntries”.
c. P. J Veth mengungkapkan bahwa istilah Dayak adalah suatu nama kolektif untuk penduduk non-Islam di Kalimantan. Tetapi ia tidak berhasil menemukan kelompok khusus yang menggunakan nama “Dayak” itu. Ia menjelaskan bahwa nama Dayak selalu digunakan sebagai prefik bagi kelompok pribumi tertentu seperti : Dayak Pari, Dayak Riboen, Dayak Kantouw”. Hal ini ditulisnya di dalam bukunya yang berjudul “De Oorsprong van De Naam Dajak”.
d. M. T. H Perelaer menulis di dalam bukunya “Borneo van Zuid Naar Nord dan Ethnographische Beschrijving Der Dajaks, menyatakan bahwa tidak ada dimanapun di Kalimantan kata Dayak itu kecuali di daerah-daerah yang mempunyai kontak langsung dengan orang-orang Eropa. Ia juga menjelaskan bahwa kata Dajak (Dayak) adalah singkatan dari Dadajak (Dadayak) yang artinya “berjalan limbung”. Jadi nama Dayak adalah suatu istilah merendahkan dan dipopulerkan oleh orang-orang Eropa sendiri.
e. H. Scharer menyatakan istilah Dayak itu dari bahasa Melayu yang artinya penduduk asli, orang-orang Melayu pantai menggunakan istilah itu untuk menunjukan penduduk asli dari Kalimantan sebagai “backwoodsman”. Kini digunakan sebagai istilah kolektif untuk penduduk asli yang beragama Kristen dan Kaharingan dari Kalimantan. Hal ini ditulisnya di dalam buku “Ngaju Religion”.
Oleh karena kata Dayak mempunyai konotasi merendahkan, orang-orang Dayak berusaha untuk menghindarinya. Tetapi sekarang mereka telah menerima kata tersebut untuk menunjukan identititas kultural dan sosio-politik mereka. Tetapi mereka lebih menyukai menulis Daya dengan menghilangkan fonem “K”. Hal ini ditulis oleh Michail Coomas didalam bukunya “Manusia Daya, Dahulu. Sekarang dan Masa Depan.”
Tulisan diatas saya kutip dari buku karangan Helius Sjamsuddin yang berjudul “Pegustian dan Temenggung Akar Sosial, Politik, Ethnis, dan Dinasti Perlawanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah 1859-1906” terbitan Balai Pustaka tahun 2001. Tulisan ini dimaksudkan untuk menerangkan dan memberi informasi kepada para pembaca tentang penggunaan istilah Dayak oleh penulis-penulis Barat tanpa maksud menyudutkan suatu kelompok atau golongan, dengan harapan kita lebih menghargai penduduk asli dan dapat hidup berdampingan dengan damai.
Posted by: jalian on: 25 Februari 2009
Posted by: jalian on: 8 Februari 2009

Sebentar lagi rakyat Indonesia akan mengikuti pemilu yang insya allah akan di laksanakan tanggal 9 april nanti. Berbagai persiapan tentunya telah di siapkan oleh berbagai instansi yang berwenang hingga para caleg yang ikut bertarung memperebutkan kursi dewan. Untuk kesempatan kali ini saya akan sedikit membahasa tentang para caleg, bagi saya hal ini sangat menarik untuk di tulis karena dengan semakin dekatnya waktu pencoblosan tentunya para caleg akan semakin giat mencari dukungan dari masyarakat. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti pemasangan baleho, spanduk, bendera, stiker, pembagian kalender, kaos sembako murah, sampai pembagian sarung.
Namun perlu di ingat bagi para caleg jika tidak tepat dalam perhitungan dana bisa berkibat fatal jika tidak terpilih dalam pemilu nanti. Seperti pernyataan Arbi Sanit yang saya baca dalam harian pagi Sinar Kalimantan bahwa dengan adanya sistem pemilu dengan suara terbanyak maka akan semakin banyak caleg yang gila atau akan bunuh diri karena gagal dalam pemilu. Sudah banyak contoh tentang caleg yang jadi stress karena harta habis untuk kampanye serta hutang menumpuk di sana-sini, hingga akhirnya gila atau memmilih untuk bunuh diri karena tidak kuat menanggung beban mental.
Sabagai contoh ada seorang teman saya yang dulunya di kenal sebagai raja tanah karena saking banyaknya punya tanah, setelah gagal jadi anggota dewan dia banyak kehilangan tanahnya sehingga sekarang memilih untuk menjadi karyawan di sebuah perusahaan, rela tinggal di camp dan rambutnya habis rontok, menurut pengalamannya sih rasanya kepala panas apalagi jika sudah dekat pemilu. Untuk itu para caleg harus pintar-pintar dalam mengelola dana kampanye agar tidak menderita di kemudian hari. Mari kita sukseskan pemilu 2009.
Posted by: jalian on: 22 Januari 2009

ket : saya yang duduk di depan pakai dasi hitam
Besok adalah hari pengumuman hasil cpns di kalsel, tentunya teman-teman yang udah pada ikut tes tanggal 14 des 2008 kemarin lagi harap-harap cemas dan tak lupa memanjatkan doa dengan hati yang ikhlas dan tulus kepada Allah agar bisa lulus menjadi cpns. Saat ini cpns memang menjadi pilihan utama, disaat krisis global yang melanda dunia yang mengakibatkan beberapa perusahaan mem-PHK pekerjanya, menjadi pegawai pemerintah menjadi lebih aman dari bahaya PHK. Seperti kenyataan di kalimantan sendiri banyak perusahaan yang bergerak di sektor kayu, sawit, karet, batu bara dan alat-alat berat yang mulai merumahkan pegawainya bahkan udah ada yang mem-PHK.
Untuk teman-teman yang berada di kalteng tentunya udah pada lega seperti saya, karena hasil cpns udah di umumin tanggal 30 des 2008 yang lalu. Walaupun ada yang kecewa itu kan wajar dalam perjuangan mencari pekerjaan. Saya saja udah beberapa kali ikut tes di swasta maupun di negeri yang gagal. tapi alhamdulillah akhirnya saya bisa lolos cpns di pulang pisau (kalteng). Saya tidak sendiri ada juga beberapa anak sejarah fkip unlam 2003 yang lolos dalam seleksi cpns di kalteng seperti : zubed/zakiah di sampit dan wida di buntok. Buat temen-temen yang gagal kemarin sabar aja mungkin di kesempatan yang lain akan menuai keberhasilan. Satu lagi nih kabar buat temen-temen sejarah ada loh anak sejarah 2003 yang jadi caleg di kalteng yang siap bertarung dalam pemilu nanati yaitu prida.
Nah itu tadi berita dari kalteng, buat temen-temen yang ada di kalsel saya pasti doain agar semuanya lulus dalam seleksi cpns tahun ini, buat yang gagal sabar ae ya kalo handak kaya apalagi, handak manggarung kah manangis tatapai kada kawa maubah kaputusan hasil tes nintuh.
salam hangat aja buat seluruh alumni pendidikan sejarah fkip unlam banjarmasin dari angkatan pertama hingga 2008, terutama buat anak-anak 2003. wassalam
Posted by: jalian on: 17 November 2008
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke pasar Batuah Martapura Kalsel, ketika menyusuri toko-toko yang ada, mata saya tertuju pada sebuah tulisan yang di tulis di sebuah kertas kardus yang tergantung di sebuah toko di lantai dua. Tulisan itu sengaja digantung di sana agar bisa terbaca oleh pengunjung yang berjalan di lantai dasar, walaupun kurang jelas dari jauh karena hanya di tulis dengan spidol namun jika di dekati akan terbaca dengan mudah, isi tulisan tersebut kurang lebih begini :
AWAS COPET DENGAN CIRI-CIRI :
- SELALU MEMAKAI TOPI.
- SELALU BERKELOMPOK.
- SELALU MEMBAWA PLASTIK KRESEK HITAM KECIL.
Dari tulisan itu saya dan pengunjung yang lain bisa mengetahui secara persis ciri-ciri pencopet yang sering beroperasi di pasar Batuah Martapura. Sekarng semuanya kembali kepada diri kita masing-masing untuk lebih waspada terhadap pencopet yang banyak berkeliaran di pasar-pasar.