pemilu bikin gila dan bunuh diri ?

jali-warnet

Sebentar lagi rakyat Indonesia akan mengikuti pemilu yang insya allah akan di laksanakan tanggal 9 april nanti. Berbagai persiapan tentunya telah di siapkan oleh berbagai instansi yang berwenang hingga para caleg yang ikut bertarung memperebutkan kursi dewan. Untuk kesempatan kali ini saya akan sedikit membahasa tentang para caleg, bagi saya hal ini sangat menarik untuk di tulis karena dengan semakin dekatnya waktu pencoblosan tentunya para caleg akan semakin giat mencari dukungan dari masyarakat. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti pemasangan baleho, spanduk, bendera, stiker, pembagian kalender, kaos sembako murah, sampai pembagian sarung.

Namun perlu di ingat bagi para caleg jika tidak tepat dalam perhitungan dana bisa berkibat fatal jika tidak terpilih dalam pemilu nanti. Seperti pernyataan Arbi Sanit yang saya baca dalam harian pagi Sinar Kalimantan bahwa dengan adanya sistem pemilu dengan suara terbanyak maka akan semakin banyak caleg yang gila atau akan bunuh diri karena gagal dalam pemilu. Sudah banyak contoh tentang caleg yang jadi stress karena harta habis untuk kampanye serta hutang menumpuk di sana-sini, hingga akhirnya gila atau memmilih untuk bunuh diri karena tidak kuat menanggung beban mental.

Sabagai contoh ada seorang teman saya yang dulunya di kenal sebagai raja tanah karena saking banyaknya punya tanah, setelah gagal jadi anggota dewan dia banyak kehilangan tanahnya sehingga sekarang memilih untuk menjadi karyawan di sebuah perusahaan, rela tinggal di camp dan rambutnya habis rontok, menurut pengalamannya sih rasanya kepala panas apalagi jika sudah dekat pemilu. Untuk itu para caleg harus pintar-pintar dalam mengelola dana kampanye agar tidak menderita di kemudian hari. Mari kita sukseskan pemilu 2009.