inspirasi dari bahaur

Setelah menerima SK CPNSD di kantor BKD Pulang Pisau tanggal 23 April yang lalu, ada beberapa kewajiban untuk melengkapi berkas terkait dengan unit kerja yang akan saya tempati nanti. Dalam SK tersebut saya memperoleh tempat kerja di SMAN 1 KAHAYAN KUALA bertempat di desa Bahaur, sebuah tempat di muara sungai Kahayan yang sudah dekat dengan laut Jawa.

Ada cerita yng menarik yang menjadi inspirasi buat saya dalam perjalanan kali kedua ke desa itu, setelah sebelumnya saya memilih jalur darat dengan perjalanan kurang lebih 4 jam karena kondisi jalan yang memprihatinkan ketika hujan. Saya kemudian pada kesempatan kedua ini memilih jalur sungai yaitu berangkat mulai dari pelabuhan di Kuala Kapuas dengan menggunakan taksi air, perjalanan melalui jalur sungai ini menempuh waktu 3 jam dengan ongkos Rp. 25.000. Pada saat saya masih menunggu keberangkatan taksi air saya bertemu dengan seorang kakek yang bernama Mustafa yang juga berdomisili di desa Bahaur, setelah cukup lama berbincang sang kakek bercerita tentang uangnya yang hanya tersisa untuk membayar ongkos perjalanan sedangkan dia belum makan dan berniat berhutang pada saya dengan janji akan di bayar setelah tiba di Bahaur. Tanpa pikir panjang karena saya iba terhadap kakek itu saya langsung menyodorkan selembar uang sepuluh ribuan dan berkata “terima saja kek sedekah dari saya, tidak perlu di kembalikan”. Kakek tersebut tersenyum dan menghadiahi saya bertubi-tubi doa yang baik-baik, saya hanya bisa berkata “amiiin”, kemudian sang kakek berlalu makan di sebuah warung kecil. Saya kemudian melangkahkan kaki menuju ke dalam taksi air untuk mencari posisi enak untuk duduk selama di perjalanan.

Di dalam perjalanan hati saya sempat gundah karena jam di tangan saya sudah menunjukan jam 1 siang, tentunya kesempatan untuk bertemu dengan kepala sekolah cukup kecil. Sesampainya di sana saya langsung menuju ke sebuah rental untuk memprint beberapa buah surat dan menkopinya menjadi beberapa buah lagi, dengan harapan bu kepsek mau menandatangani surat-surat tersebut. Melalui informasi dari teman-teman yang sudah duluan sampai bu kepsek masih mau menunggu di sebuah warung dekat sekolah karena besok beliau tidak ada di tempat, dengan naik ojek saya kejar kesempatan itu agar tidak hilang dan alhamdulillah akhirnya beres.

Setelah semua urusan beres saya kembali ke pasar dan berusaha mencari penginapan yang bertarif murah dan menyiapkan uang untuk kembali besok dengan jumlah yang sama, tapi tiba-tiba ada beberapa teman dari rombongan lain yang mengajak pulang ke Pulang Pisau dengan gratis menumpang kendaraan meraka, akhirnya demi menghemat Rp.50.000 saya ikut mereka sampai ke Pulang Pisau. Sesampai di kota saya tidak langsung diantar ke rumah bibi saya tetapi di traktir makan oleh teman-teman di sebuah rumah makan, subhanallah…………….. setelah saya sampai di rumah bibi, saya baru sadar uang yang saya sedekahkan 10.000 langsung di balas oleh Allah dengan balasan yang lebih yaitu semua urusan beres , ke Pulang Pisau gratis, dan di traktir makan oleh teman-teman, sungguh sebuah inspirasi dalam hidup saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s