Sisi Entertainer Seorang Guru

Seorang guru seperti halnya yang sering kita dengar adalah seseorang yang wajib digugu dan ditiru, bukanlah seorang penguasa kelas yang otoriter yang mesti di sembah dan di elu-elukan bagaikan seorang raja. Seorang guru selayaknya adalah seorang patner yang menyenangkan bagi siswa-siswinya, dapat menjadi seorang yang menyenangkan di dalam kelas maupun di luar kelas. Namun hal itu tidaklah membuat guru rendah di mata siswa-siswinya, karena seorang guru tetaplah harus memiliki wibawa yang kuat di mata siswa-siswinya.

Mengikuti perkembangan zaman mutlak harus dilakukan oleh seorang guru, agar tidak ketinggalan dalam bidang teknologi dan pengajaran. Selain itu agar seorang guru tersebut bisa memberikan pengetahuan-pengetahuan yang baru kepada para peserta didiknya. Jangan sampai para siswa didiknya bisa mendikte dan bisa mematahkan argument guru-gurunya karena mereka lebih banyak mendapat pengetahuan baru dari media-media masa yang ada dibandingkan gurunya sendiri.

Sisi entertainer seorang guru mestinya terus digali dengan baik, agar dalam proses belajar mengajar di dalam kelas lebih hidup dan tidak membosankan. Tidak ada salahnya seorang guru menggunakan penampilan yang menarik dan sejuk di pandang mata, cerita-cerita humor untuk selingan ataupun joke-joke segar yang membuat siswa-siswa tidak bosan di kelas. Namun tetap dalam koridor yang baik dan sesuai dengan norma serta nilai yang ada.

Masuk kedalam jiwa zaman para siswanya juga dapat dilakukan oleh para guru, hal ini dilakukan agar seorang guru dapat menilai seberapa jauh siswa-siswanya dapat menangkap pelajaran yang diajarkan. Tidak layak rasanya seorang guru yang telah lebih dulu memperoleh pengetahuan dan berbeda usia jauh dengan siswanya, memaksakan ketercapaian suatu meteri pelajaran oleh para siswanya sama persis dengan apa yang dia pikirkan dan kemampuan dirinya. Dengan masuk kedalam jiwa zaman para siswa tersebutlah, seorang guru dapat mengerti dan memahami siswa-siswanya yang memiliki kemampuan yang berbeda satu sama lain.

Sisi entertainer seorang gurulah yang dapat membawa mereka menjadi sosok guru favorit di mata siswa-siswinya. Kriteria favorit lebih dekat kepada senang atau tidaknya para siswa-siswi terhadap tindak-tanduk seorang guru didalam kelas maupun di lingkungan sekolahnya tersebut. Namun tidak juga mengenyampingkan sisi-sisi positif lainya seperti : kedisiplinan dalam mengajar, sikap positif yang dicontohkan, penguasaan materi, kedekatan dengan peserta didik, dan keinginan yang kuat untuk membantu siswa-siswinya dalam masalah akademik serta masalah-masalah lainnya.

Bahaur, 30 Januari 2010


Iklan

maaf,maaf dan maaf

maaf ma kalau aku ga bisa pulang tahun ini

maaf ma kalau tahun ini aku ga pulang pas lebaran

maaf ma kalau aku udah lama ga berkunjung ke pusaramu

maaf ma kalau aku cuma bisa kirim doa-doa aja dari jauh

maaf maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………

inspirasi dari bahaur

Setelah menerima SK CPNSD di kantor BKD Pulang Pisau tanggal 23 April yang lalu, ada beberapa kewajiban untuk melengkapi berkas terkait dengan unit kerja yang akan saya tempati nanti. Dalam SK tersebut saya memperoleh tempat kerja di SMAN 1 KAHAYAN KUALA bertempat di desa Bahaur, sebuah tempat di muara sungai Kahayan yang sudah dekat dengan laut Jawa.

Ada cerita yng menarik yang menjadi inspirasi buat saya dalam perjalanan kali kedua ke desa itu, setelah sebelumnya saya memilih jalur darat dengan perjalanan kurang lebih 4 jam karena kondisi jalan yang memprihatinkan ketika hujan. Saya kemudian pada kesempatan kedua ini memilih jalur sungai yaitu berangkat mulai dari pelabuhan di Kuala Kapuas dengan menggunakan taksi air, perjalanan melalui jalur sungai ini menempuh waktu 3 jam dengan ongkos Rp. 25.000. Pada saat saya masih menunggu keberangkatan taksi air saya bertemu dengan seorang kakek yang bernama Mustafa yang juga berdomisili di desa Bahaur, setelah cukup lama berbincang sang kakek bercerita tentang uangnya yang hanya tersisa untuk membayar ongkos perjalanan sedangkan dia belum makan dan berniat berhutang pada saya dengan janji akan di bayar setelah tiba di Bahaur. Tanpa pikir panjang karena saya iba terhadap kakek itu saya langsung menyodorkan selembar uang sepuluh ribuan dan berkata “terima saja kek sedekah dari saya, tidak perlu di kembalikan”. Kakek tersebut tersenyum dan menghadiahi saya bertubi-tubi doa yang baik-baik, saya hanya bisa berkata “amiiin”, kemudian sang kakek berlalu makan di sebuah warung kecil. Saya kemudian melangkahkan kaki menuju ke dalam taksi air untuk mencari posisi enak untuk duduk selama di perjalanan.

Di dalam perjalanan hati saya sempat gundah karena jam di tangan saya sudah menunjukan jam 1 siang, tentunya kesempatan untuk bertemu dengan kepala sekolah cukup kecil. Sesampainya di sana saya langsung menuju ke sebuah rental untuk memprint beberapa buah surat dan menkopinya menjadi beberapa buah lagi, dengan harapan bu kepsek mau menandatangani surat-surat tersebut. Melalui informasi dari teman-teman yang sudah duluan sampai bu kepsek masih mau menunggu di sebuah warung dekat sekolah karena besok beliau tidak ada di tempat, dengan naik ojek saya kejar kesempatan itu agar tidak hilang dan alhamdulillah akhirnya beres.

Setelah semua urusan beres saya kembali ke pasar dan berusaha mencari penginapan yang bertarif murah dan menyiapkan uang untuk kembali besok dengan jumlah yang sama, tapi tiba-tiba ada beberapa teman dari rombongan lain yang mengajak pulang ke Pulang Pisau dengan gratis menumpang kendaraan meraka, akhirnya demi menghemat Rp.50.000 saya ikut mereka sampai ke Pulang Pisau. Sesampai di kota saya tidak langsung diantar ke rumah bibi saya tetapi di traktir makan oleh teman-teman di sebuah rumah makan, subhanallah…………….. setelah saya sampai di rumah bibi, saya baru sadar uang yang saya sedekahkan 10.000 langsung di balas oleh Allah dengan balasan yang lebih yaitu semua urusan beres , ke Pulang Pisau gratis, dan di traktir makan oleh teman-teman, sungguh sebuah inspirasi dalam hidup saya.

Asal-Usul Istilah Dayak

dayak

keterangan : tulisan ini pernah di muat di harian Sinar Kalimantan, terbitan hari jumat 27 maret 2009 dalam rubrik opini.

Selama ini kita mengenal bahwa penduduk asli pulau Kalimantan adalah suku Dayak. Namun kebanyakan dari kita kurang mengetahui sejak kapan istilah Dayak mulai dipopulerkan oleh para penulis dari Barat.Mengenai istilah Dayak para penulis Barat masih menganggap istilah tersebut sebagau sebuah hipotesis, sehingga sebenarnya masih kabur. Penduduk asli pulau Kalimantan sendiri tidak menggunakan istilah tersebut.

Adapun beberapa hipotesa tentang istilah Dayak yang dikemukakan oleh penulis Barat adalah sebagai berikut :

a. Tahun 1757 J. A van Hohendorff pertama kali menggunakan istilah “orang-orang Dayak” untuk “orang-orang pegunungan liar” di dalam bukunya yang berjudul “Radicale Beschrijving van Banjermassing”

b. J. A Crawfurd menyatakan bahwa “Dyak” digunakan oleh orang-orang Melayu untuk menunjukan “ras liar” yang tinggal di Sumatra, Sulawesi dan terutama di Kalimantan. Hal ini ditulis di dalam bukunya yang berjudul “A Descriptive Dictionary of The Indian Islands and Adjacent Cauntries”.

c. P. J Veth mengungkapkan bahwa istilah Dayak adalah suatu nama kolektif untuk penduduk non-Islam di Kalimantan. Tetapi ia tidak berhasil menemukan kelompok khusus yang menggunakan nama “Dayak” itu. Ia menjelaskan bahwa nama Dayak selalu digunakan sebagai prefik bagi kelompok pribumi tertentu seperti : Dayak Pari, Dayak Riboen, Dayak Kantouw”. Hal ini ditulisnya di dalam bukunya yang berjudul “De Oorsprong van De Naam Dajak”.

d. M. T. H Perelaer menulis di dalam bukunya “Borneo van Zuid Naar Nord dan Ethnographische Beschrijving Der Dajaks, menyatakan bahwa tidak ada dimanapun di Kalimantan kata Dayak itu kecuali di daerah-daerah yang mempunyai kontak langsung dengan orang-orang Eropa. Ia juga menjelaskan bahwa kata Dajak (Dayak) adalah singkatan dari Dadajak (Dadayak) yang artinya “berjalan limbung”. Jadi nama Dayak adalah suatu istilah merendahkan dan dipopulerkan oleh orang-orang Eropa sendiri.

e. H. Scharer menyatakan istilah Dayak itu dari bahasa Melayu yang artinya penduduk asli, orang-orang Melayu pantai menggunakan istilah itu untuk menunjukan penduduk asli dari Kalimantan sebagai “backwoodsman”. Kini digunakan sebagai istilah kolektif untuk penduduk asli yang beragama Kristen dan Kaharingan dari Kalimantan. Hal ini ditulisnya di dalam buku “Ngaju Religion”.

Oleh karena kata Dayak mempunyai konotasi merendahkan, orang-orang Dayak berusaha untuk menghindarinya. Tetapi sekarang mereka telah menerima kata tersebut untuk menunjukan identititas kultural dan sosio-politik mereka. Tetapi mereka lebih menyukai menulis Daya dengan menghilangkan fonem “K”. Hal ini ditulis oleh Michail Coomas didalam bukunya “Manusia Daya, Dahulu. Sekarang dan Masa Depan.”

Tulisan diatas saya kutip dari buku karangan Helius Sjamsuddin yang berjudul “Pegustian dan Temenggung Akar Sosial, Politik, Ethnis, dan Dinasti Perlawanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah 1859-1906” terbitan Balai Pustaka tahun 2001. Tulisan ini dimaksudkan untuk menerangkan dan memberi informasi kepada para pembaca tentang penggunaan istilah Dayak oleh penulis-penulis Barat tanpa maksud menyudutkan suatu kelompok atau golongan, dengan harapan kita lebih menghargai penduduk asli dan dapat hidup berdampingan dengan damai.

pemilu bikin gila dan bunuh diri ?

jali-warnet

Sebentar lagi rakyat Indonesia akan mengikuti pemilu yang insya allah akan di laksanakan tanggal 9 april nanti. Berbagai persiapan tentunya telah di siapkan oleh berbagai instansi yang berwenang hingga para caleg yang ikut bertarung memperebutkan kursi dewan. Untuk kesempatan kali ini saya akan sedikit membahasa tentang para caleg, bagi saya hal ini sangat menarik untuk di tulis karena dengan semakin dekatnya waktu pencoblosan tentunya para caleg akan semakin giat mencari dukungan dari masyarakat. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti pemasangan baleho, spanduk, bendera, stiker, pembagian kalender, kaos sembako murah, sampai pembagian sarung.

Namun perlu di ingat bagi para caleg jika tidak tepat dalam perhitungan dana bisa berkibat fatal jika tidak terpilih dalam pemilu nanti. Seperti pernyataan Arbi Sanit yang saya baca dalam harian pagi Sinar Kalimantan bahwa dengan adanya sistem pemilu dengan suara terbanyak maka akan semakin banyak caleg yang gila atau akan bunuh diri karena gagal dalam pemilu. Sudah banyak contoh tentang caleg yang jadi stress karena harta habis untuk kampanye serta hutang menumpuk di sana-sini, hingga akhirnya gila atau memmilih untuk bunuh diri karena tidak kuat menanggung beban mental.

Sabagai contoh ada seorang teman saya yang dulunya di kenal sebagai raja tanah karena saking banyaknya punya tanah, setelah gagal jadi anggota dewan dia banyak kehilangan tanahnya sehingga sekarang memilih untuk menjadi karyawan di sebuah perusahaan, rela tinggal di camp dan rambutnya habis rontok, menurut pengalamannya sih rasanya kepala panas apalagi jika sudah dekat pemilu. Untuk itu para caleg harus pintar-pintar dalam mengelola dana kampanye agar tidak menderita di kemudian hari. Mari kita sukseskan pemilu 2009.

h2c cpns 2008

cetak-hp

ket : saya yang duduk di depan pakai dasi hitam 

Besok adalah hari pengumuman hasil cpns di kalsel, tentunya teman-teman yang udah pada ikut tes tanggal 14 des 2008 kemarin lagi harap-harap cemas dan tak lupa memanjatkan doa dengan hati yang ikhlas dan tulus kepada Allah agar bisa lulus menjadi cpns. Saat ini cpns memang menjadi pilihan utama, disaat krisis global yang melanda dunia yang mengakibatkan beberapa perusahaan mem-PHK pekerjanya, menjadi pegawai pemerintah menjadi lebih aman dari bahaya PHK.  Seperti kenyataan di kalimantan sendiri banyak perusahaan yang bergerak di sektor kayu, sawit, karet, batu bara dan alat-alat berat yang mulai merumahkan pegawainya bahkan udah ada yang mem-PHK.

Untuk teman-teman yang berada di kalteng tentunya udah pada lega seperti saya, karena hasil cpns udah di umumin tanggal 30 des 2008 yang lalu. Walaupun ada yang kecewa itu kan wajar dalam perjuangan mencari pekerjaan. Saya saja udah beberapa kali ikut tes di swasta maupun di negeri yang gagal. tapi alhamdulillah akhirnya saya bisa lolos cpns di pulang pisau (kalteng). Saya tidak sendiri ada juga beberapa anak sejarah fkip unlam 2003 yang lolos dalam seleksi cpns di kalteng seperti : zubed/zakiah di sampit dan wida di buntok. Buat temen-temen yang gagal kemarin sabar aja mungkin di kesempatan yang lain akan menuai keberhasilan. Satu lagi nih kabar buat temen-temen sejarah ada loh anak sejarah 2003 yang jadi caleg di kalteng yang siap bertarung dalam pemilu nanati yaitu prida.

Nah itu tadi berita dari kalteng, buat temen-temen yang ada di kalsel saya pasti doain agar semuanya lulus dalam seleksi cpns tahun ini, buat yang gagal sabar ae ya kalo handak kaya apalagi, handak manggarung kah manangis tatapai kada kawa maubah kaputusan hasil tes nintuh.

salam hangat aja buat seluruh alumni pendidikan sejarah fkip unlam banjarmasin dari angkatan pertama hingga 2008, terutama buat anak-anak 2003. wassalam